Mari Memperbaiki Diri | opini eps 4

Assalamu'alaikum wrb

Halo semua, kali ini aku mau membahas tentang fenomena hijrah yang sedang marak di negara kita ini. Sebenarnya "Hijrah" itu apa sih?, kalau diartikan dalam hijrahnya nabi yaitu ketika nabi Muhammad SAW berpindah dari Mekkah ke Madinah. Hijrah adalah meninggalkan hal yang buruk menuju ke hal yang lebih baik. Nah akhir-akhir ini sering kita dapatkan banyak orang-orang yang mulai merubah perilakunya, gaya berbusana menjadi lebih mengikuti syariat islam. Dan perubahan orang-orang itu disebut mereka sedang dalam proses berhijrah.

Banyak pro dan kontra pendapat dari semua orang mengenai seseorang yang sudah berhijrah. Ada yang memuji mereka karena sudah menuju jalan kebaikan dan ada pula yang menjudge mereka karena katanya sok alim. Dan saya salah satu orang yang ada di pendapat yang pertama tadi. Saya pun juga menganggap orang yang sudah berhijrah itu adalah orang yang sudah benar. Orang yang patut kita contoh niat baiknya.

Siapa sih yang gak mau balik ke jalan kebenaran?,pasti semua orang itu di hati kecilnya ada perasaan ingin masuk surga. Siapa yang mau masuk neraka kan. Setiap orang pasti ingin masuk surga dan menjadi seorang muslim yang baik.

Tetapi terkadang banyak nih saya temukan orang-orang yang belum berhijrah karena malu terhadap dirinya sendiri. Mereka banyak yang berfikir dosa mereka terlalu banyak dan tidak pantas menjadi orang  yang lebih dekat dengan Allah SWT.

Sebenarnya ini menjadi tugas seseorang yang sudah berhijrah untuk mengajak mereka ke jalan yang lebih baik. Bukan yang sudah berhijrah menganggap dirinya sudah lebih benar sehingga menganggap tidak pantas untuk berteman dengan orang yang belum berhijrah. Tetapi alangkah lebih baik jika yang sudah berhijrah mengajak orang lain untuk mengikutinya menjadi orang yang lebih baik.
"Jangan sampai kita ketika sebelum berhijrah merasa penuh dosa dan kotor namun ketika berhijrah kita jatuh dalam jebakan lainnya ini merasa paling benar dan suci. Inilah kesombongan yang patut dihindari oleh orang-orang yang sudah berhijrah" kata-kata yang saya kutip dari habib husein ja'far dari pembicaraanya lewat chanel youtube beliau.

Karena sebenarnya orang yang belum berhijrah itu ada dua golongan. Ada yang memang tidak terlalu memikirkan kehidupan akhirat atau yang sebenarnya ingin berhijrah tetapi malu seperti yang saya paparkan diatas.

Cara kita untuk menghadapi orang-orang ini bagaimana?

Jawabannya adalah memberikan dakwah islam kepada mereka. Nah ngomong tentang dakwah, ada dua peran sahabat yang saling melengkapi yang diperintahkan dan direstui oleh rasulullah.
Pertama, peran sayyidina Abu Bakar yaitu menemai orang-orang yang sudah berhijrah di Madinah. Nah peran ini sudah banyak dilakukan para pendakwah saat ini. Yaitu mereka berdakwah kepada orang-orang yang sudah berhijrah. Contohnya kajian di majelis ta'lim dan pengajian.
Kedua, adalah peran sayyidina Alin bin Abi Thalib yang diperintahkan nabi untuk di Mekkah dan menemani orang-orang yang belum berhijrah. Nah ini adalah jawaban untuk menyelesaikan bagaimana mengajak orang-orang yang belum berhijrah untuk mulai memperbaiki diri.

Peran ini sebenarnya sangat dikit dilakukan oleh para pendakwah saat ini. Nah kita sebagai muslim walau bukan seorang ustad ataupun ustadzah. Sangat boleh juga untuk berdakwah. Maka kita harus berperan dalam dakwah yang kedua ini. Kita dekati orang yang belum berhijrah dengan cara yang benar. Tetapi jangan memaksa mereka untuk ikut hijrah bersama kita. Kita harus pelan-pelan memberitahu mereka tentang islam dan berbicara terhadap mereka dengan kontek pembicaran yang membuat mereka merasa nyaman.

Nah untuk teman-teman yang belum berhijrah. Janganlah kalian merasa rendah diri atau minder terhadap orang yang sudah berhijrah untuk mulau mengetahui pesan-pesan islam yang sangat indah. Karena betapapun kalian belum berhijrah, ingatlah kalian masih punya harapan di masa depan. Maka kita harus tetap optimis dengan hidup kita untuk mendapat hidayah dari Allah SWT.

Ada sebuah hadist Bukhari yang dikisahkan oleh nabi, yaitu ada seorang pelacur yang semasa hidupnya menjadi pelacur dan kemudian ia selamat di akhirat karena pada akhir hidupnya Allah memberikan ia hidayah dan ia memberi minum seekor anjing yang kehausan. Sehingga ia mati khusnul khotimah.

Nah jadi bagi yang belum berhijrah mari kita mulai memperbaiki diri. Karena Allah maha pemaaf akan umatnya, sebanyak apapun dosa kita saat ini. Masih bisa kita tebus di masa depan dengan hidup yang lebih baik mulai saat ini.

Sesungguhnya hidup dalam lingkup dosa sangatlah tidak membawa kenyamanan hidup.

Terimakasih sudah membaca blog saya kali ini. Sampai ketemu di tulisan saya berikutnya.

Wassalamu'alaikum wrb.

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Tentang Abu Darda dan Salman Al Farisi RA